sukatno-Blog
Senin, 04 Februari 2013
Jumat, 06 April 2012
RPP Sistem Pengapian
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP – 4.1 )
|
A. Identitas
|
|
|
|
|
Nama Sekolah/Madrasah
|
:
|
MAN 2 Madiun
|
|
|
Mata Pelajaran
|
:
|
Muatan Lokal (Otomotif)
|
|
|
Kelas/Semester
|
:
|
X / 2 (genap)
|
|
|
Materi Pokok
|
:
|
Sistem Pengapian (Ignition System)
|
|
|
Standar
Kompetensi
|
:
|
Perawatan dan perbaikan sistem pengapian baterai
|
|
|
Kompetensi Dasar
|
:
|
Mengidentifikasi bagian-bagian dan cara kerja sistem pengapian baterai
|
|
|
Indikator
|
:
|
1. Mampu mengambarkan rangkaian sistem pengapian baterai
2. Menjelaskan fungsi bagian-bagian sistem pengapian
baterai
3.
Mampu menjelaskan cara kerja sistem pengapian
baterai
|
|
|
Alokasi waktu
|
:
|
2 X 45 menit ( 1 pertemuan)
|
|
B,. Tujuan Pembelajaran :
Setelah melakukan pembelajaran ini, siswa diharapkan
dapat :
- Mengambar rangkaian sistem pengapian baterai
- Menjelaskan fungsi bagian-bagian sistem pengapian baterai
- Menjelaskan cara kerja sistem pengapian baterai
C.
Materi
Pembelajaran :
SISTEM PENGAPIAN BATERAI
1. Fungsi sistem pengapian baterai
Sistim pengapian berfungsi untuk
mengahasilkan percikan api yang digunakan untuk membakar campuran udara dan
bensin di dalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi.
2. Rangkaian dan fungsi komponen
1)
Rangkaian sitem pengapian baterai
![]() |

3. Fungsi komponen :
1).
Baterai
![]() |
Berfungsi sebagai penyedia arus listrik
tegangan rendah (l2 V) untuk coil.
2). Koil (Ignition coil)
Ignition coil berfungsi menaikkan
tegangan listrik yang diterima dari batere menjadi tegamgan tinggi (10,000 —
20.000 volt) yang diperlukan untuk pengapian.
Untuk
mempertinggi tegangan listrik tersebut
pada ignition coil terdapat dua kumparan, yaitu:
pada ignition coil terdapat dua kumparan, yaitu:
1) Kumparan primer (primary coil)Kumpamn primer berfungsi menimbulkan medan magnet pada ignition coil, sehingga menghasilkan induksi pada kumparan- kumparannya. Ciri dari kumparan primer ini adalah yang penampang kawatnya besar tetapi gulungannya sedikit (150 - 300 lilitan) dan berada di sebelah luar kumparan sekunder.
2) Kumparan sekunder (secondary
coil)
Kumparan sekunder berfungsi menginduksi tegangan menjadi lebih tinggi yang selanjumya dialirkan ke busi untuk menimbulkan pecikan api. Ciri dari kumparan ini mempunyai penampang kawat kecil dengan lilitan yang sangat banyak (15.000 — 30.000 lilitan) dan berada disebelah dalam lilitan primer.
Kumparan sekunder berfungsi menginduksi tegangan menjadi lebih tinggi yang selanjumya dialirkan ke busi untuk menimbulkan pecikan api. Ciri dari kumparan ini mempunyai penampang kawat kecil dengan lilitan yang sangat banyak (15.000 — 30.000 lilitan) dan berada disebelah dalam lilitan primer.
Kedua kumparan
tersebut melilit pada inti besi (core) yang terbuat dari baja silikon tipis
yang digulung ketat. Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat (short circuit)
antara lapisan kumparan yang berdekatan disekat dengan kertas yang mempunyai
tahanan sekat yang tinggi. Salah satu ujung kumparan primer dihubungkan dengan
termnal negatif primer, sedangkan ujung yang lainnya dihubungkan dengan
terminal positif primer.
Kumparan sekunder dihubungkan dengan
cara serupa, di mana salah satunya dihubungkan dengan kumparan primer lewat
(pada) terminal positif primer, sedang ujung yang lain dihubungkan dengan
terminal tegangan tinggi melalui sebuah pegas.
3). Distributor unit
Secara
umum distributor berfungsi membagi-bagikan arus yang bertegangan tinggi dari
ignition coil ke busi - busi yang terdapat pada
setiap silinder.
setiap silinder.

Secara khusus
fungsi distributor dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu bagian pemutus arus,
bagian distributor, governor advancer, dan vacum advancer
3.1.
Pemutus arus
Terdiri
atas breaker point (contact point) nok (camlobe) dan kondensor.
![]() |
Berfungsi
memutuskan arus listrik dan meng-hubungkannya dari kumparan primer coil ke
massa agar terjadi induksi pada kumparan sekunder coil.
2). Nok (camlobe)

Berfungsi mengungkit breaker point agar
dapat memutus dan menghubungkan arus listrik pada kumparan primer coil.
3). Kondensor
Berfungsi
menghilangkan atau
mencegah terjadinya loncatan bunga api
listrik pada breaker point. Terbakamya kondensor sering juga terjadi karena
kondensor yang
dipakai tidak sesuai dengan kapasitasnya. Kapasitas kondensor diukur dalam mikro farad (µF)
mencegah terjadinya loncatan bunga api
listrik pada breaker point. Terbakamya kondensor sering juga terjadi karena
kondensor yangdipakai tidak sesuai dengan kapasitasnya. Kapasitas kondensor diukur dalam mikro farad (µF)
3.2.
Bagian distributor
Bagian
distributor berfungsi membagi-bagikan tegangan tinggi yang dihasilkan oleh
kumparan sekunder pada ignition coil ke busi pada tiap-tiap silinder.
Bagian ini terdiri atas tutup distributor, rotor dan kabel tegangan tinggi.
1) Tutup
distributor (distributor cap)
2). Rotor
![]() |
|||
![]() |
|||
3). Kabel
tegangan tinggi (high core)
![]() |
![]() |
||
3.3.
Bagian Centrifugal governor
advancer
Bagian
ini berfungsi memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin.
Gamabar berikut mcmperlihatkan keadaan :
(a) governor advancer sebelum bekerja (b) saat bekerja.
![]() |
|||
![]() |
|||
3.4. Bagian Vacuum advancer
Bagian
ini berfungsi memundurkan atau memajukan saat pengapian ketika beban mesin
bertambah atau berkurang. Vacum advancer terdiri atas breaker plate dan vacum
advancer, yang bckerjaa tas dasar kevakuman yang terjadi dalam intake manifold.
Perhatikan keadaan vacum advancer sebelum bekerja dan saat bekerja.
![]() |
|||
![]() |
|||
4. Busi (Spark plug)
Busi
berfungsi menghasilkan bunga api listrik antara kedua elektrodanya untuk
membakar campuran gas pada ruang bakar. Percikan bunga api ini diperoleh dari
tegangan tinggi yang dihasilkan igntion coil.
Antara
elektroda tengah dan sisi diberi renggang (gap) sebesar 0,6 - 0,8 mm. Pada
celah inilah terjadinya loncatan api listrik busi. Bagian elektroda elektroda
busi ini akan segera menjadi kotor oleh gas-gas sisa pembakaran, oleh karena
itu, bagian ini harus dibersihkan pada selang waktu tertentu. Bagian bagian
busi selengkapnya ditunjukkan pada gambar berikut :
![]() |
||||||||
![]() |
||||||||
![]() |
![]() |
|||||||
![]() |
||||||||
5.
Fuse (sekring) berfungsi untuk :
a.
Membatasi arus yang mengalir pada
rangkaian system pengapian
Membatasi arus yang mengalir pada
rangkaian system pengapian
b.
Sebagai alat pengaman. Jika
terjadi hubungan singkat maka arus listrrik
pada rangkaian sistem pengapian akan naik dan akibatnya fuse menjadi
terputus. Dengan demikian rangkaian sistem pengapian tidak akan terbakar.
6.
Ignition switch (Kunci kontak)
Berfungsi untuk
menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari baterai ke kumparan primer koil.

4. Cara kerja system pengapian baterai
![]() |
![]() |
||
Pada saat kunci kontak dihidupkan
(posisi ON) dan celah platina menutup, maka arus listrik tegangan rendah dari
baterai mengalir melalui terminal IG kunci kontak menuju terminal positip koil
(+) masuk ke kumparan primer koil dan keluar melalui terminal negatip koil (-),
kemudian ke platina dan masa. Dengan adanya arus listrik yang mengalir pada
kumparan primer maka terjadilah medan magnet pada inti koil.
Ketika poros distributor berputar dan
cam (nok) membuka platina maka arus listrik yang mengalir melalui kumparan
primer terputus, akibatnya medan magnet yang terjadi pada inti koil menjadi hilang
(demagnetasi). Akibat hilangnya medan magnet tersebut maka terjadilah arus
induksi pada kumparan primer (induksi diri) dan arus induksi pada kumparan
sekunder (induksi mutual).
Tegangan induksi diri sementara disimpan
dalam kondensor dan tegangan induksi mutual mengalir ke kabel tegangan tinggi
yang diikuti dengan pengosongan kondensor, kemudian arus listrik dengan
tegangan tinggi mengalir ke busi-busi melalui rotor dan distributor cap. Hal
ini terjadi secara terus menerus selama mesin bekerja.
D.
Metode
Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Observasi dan Penugasan
E.
Kegiatan
Pembelajaran :
1. Kegiatan
awal ( 10 menit)
-
Guru melakukan apersepsi
-
Menjelaskan materi dan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan oleh
siswa
-
Menggali pengetahuan awal siswa tentang sistem pengapian baterai yang digunakan pada kendaraan
-
Menyampaikan tentang tujuan pembelajaran yang akan dipelajari oleh
siswa
2. Kegiatan
inti ( 25 menit)
-
Guru menampilkan gambar. rangkaian sistem pengapian baterai
-
Siswa mengamati dan menyebutkan bagian-bagian sistem pengapian baterai
-
Guru menyuruh siswa untuk menjelaskan fungsi bagian-bagian pada sistem pengapian baterai
-
Guru menyuruh siswa untuk menjelaskan
cara kerja sistem pengapian baterai
- Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa tentang
fungsi bagian-bagian sistem pengapian baterai sebagai
evaluasi terhadap penguasaan materi pembelajaran yang telah dipelajari oleh
siswa
3. Kegiatan
penutup ( 5 menit)
-
Guru bersama-sama siswa menyimpulkan materi yang telah dibahas
-
Guru menutup pelajaran
F.
Sumber
belajar :
a. Buku paket New Step, PT. Toyota-Astra Motor, 1996
b.
Bahan Ajar Berorientasi PKLH, Otomotif, Pusat Pengembangan Penataran Guru
Teknologi Malang, 1996
c. Buku paket Teknik-teknik Servis Dasar Mesin dan
Komponen-komponen Kelistrikan, PT. Toyota-Astra Motor Service Division, Jakarta
d. Buku paket Cara Pemeriksaan, Penyetelan dan Perawatan
Kelistrikan Mobil, Drs. Boentarto, Andi Offset, Yogyakarta, 1995
e.
CD Pembelajaran, Sistem Pengapian Baterai Konvensional, Toyota Astra
Presentasi, OtoTrain, PT. Astra Internasional
f.
Media : PowerPoint tentang Sistem Pengapian baterai
G.. Penilaian Pembelajaran :
1. Penilaian terstruktur :
a. Teknik :
Tes lisan dan Tes Tulis
b. Bentuk :
Rubrik asesmen dan Soal tes tulis (Subyektif)
c. Instrumen :
a. Rubrik Asesmen :
|
Instrumen
|
Skor
Kuantitatif
|
Nilai [(Jumlah skor /16)*10]
|
||||
|
4
|
3
|
2
|
1
|
|
||
|
1
|
Apa fungsi baterai ?
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Komponen apa yang berfungsi sebagai pembangkit arus
listrik tegangan tinggi
?
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Komponen
apa pada sistem pengapian baterai yang berfungsi sebagai pemaju
saat pengapian ?
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Sebutkan
bagian-bagian dari sistem pengapian yang perlu
disetel ?
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|||
Keterangan
skor kuantitatif :
4 : jawaban
benar dan lengkap
3 : jawaban
benar tapi kurang lengkap
2 : jawaban
hanya dapat meyebutkan/menjelaskan sebagian
1 : jawaban
kurang tepat
Kunci jawaban rubrik Asesmen :
1.
Menyediakan arus listrik tegangan
rendah ( biasanya 12 Volt ) yang diperlukan oleh Ignition
Coil
2. Ignition coil
3. Centrifugal advance dan vacuum advance
4. Celah platina (kontak pemutus arus) dan celah (gap) busi
b. Soal Subyektif :
1.
Gambarkan rangkaian sistem
pengapian baterai !
2.
Apa fungsi baterai ?
3.
Jelaskan fungsi ignition coil dan
berapa tegangan yang dihasilkan !
4.
Sebutkan komponen yang berfungsi
untuk memajukan saat pengapian dan berdasar-kan apa cara kerjanya?
5.
Apa fungsi kondensor dan apa
akibatnya jika ukurannya tidak sesuai ?
6. Secara
khusus fungsi distributor dapat dibagi menjadi berpa bagian, sebutkan !
7.
Apa fungsi fuse/sekring ?
8.
Apa fungsi busi dan berapa
kerenggangan diantara elektrodanya ?
9. Apa
fumgsi ignition switch/kunci kontak ?
10. Jelaskan cara kerja sistem pengapian baterai !
Kunci jawaban rubrik Asesmen :
1.
Gambar rangkaian sistem pengapian

2. Baterai
berfungsi sebagai penyedia arus listrik tegangan rendah (l2 V) untuk coil.
3. Ignition
coil berfungsi menaikkan tegangan listrik yang diterima dari batere menjadi tegamgan tinggi (10,000 —
20.000 volt) yang diperlukan untuk pengapian.
4.
1). Bagian Centrifugal governor advancer
Bagian ini berfungsi memajukan saat
pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin.
2). Bagian Vacuum advancer
Bagian ini berfungsi memundurkan atau
memajukan saat pengapian ketika beban mesin bertambah atau berkurang. Vacum
advancer terdiri atas breaker plate dan vacum advancer, yang bckerja atas dasar
kevakuman yang terjadi dalam intake manifold.
5.
Kondensor berfungsi menghilangkan atau mencegah
terjadinya loncatan bunga api listrik pada breaker point dan jika kondensor
yang dipakai tidak sesuai dengan kapasitasnya maka kondensor akan sering
terbakar. Kapasitas
kondensor diukur dalam mikro farad (µF)
6.
Secara khusus fungsi distributor
dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu bagian pemutus arus, bagian distributor,
governor advancer, dan vacum advancer
7.
Fuse (sekring) berfungsi untuk :
a.
Membatasi arus yang mengalir pada
rangkaian system pengapian
b.
Sebagai alat pengaman. Jika
terjadi hubungan singkat maka arus listrrik
pada rangkaian sistem pengapian akan naik dan akibatnya fuse menjadi
terputus. Dengan demikian rangkaian sistem pengapian tidak akan terbakar.
8.
Busi berfungsi menghasilkan bunga
api listrik antara kedua elektrodanya untuk membakar campuran gas pada ruang
bakar. Percikan bunga api ini diperoleh dari tegangan tinggi yang dihasilkan
igntion coil. Antara elektroda tengah dan sisi diberi renggang (gap) sebesar
0,6 - 0,8 mm.
9.
Ignition switch (kunci kontak)
berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan arus listrik dari baterai ke
kumparan primer koil.
10.
Cara kerja system pengapian
baterai adalah :
Pada saat kunci kontak dihidupkan
(posisi ON) dan celah platina menutup, maka arus listrik tegangan rendah dari
baterai mengalir melalui terminal IG kunci kontak menuju terminal positip koil
(+) masuk ke kumparan primer koil dan keluar melalui terminal negatip koil (-),
kemudian ke platina dan masa. Dengan adanya arus listrik yang mengalir pada
kumparan primer maka terjadilah medan magnet pada inti koil.
Ketika poros distributor berputar dan
cam (nok) membuka platina maka arus listrik yang mengalir melalui kumparan
primer terputus, akibatnya medan magnet yang terjadi pada inti koil menjadi
hilang (demagnetasi). Akibat hilangnya medan magnet tersebut maka terjadilah
arus induksi pada kumparan primer (induksi diri) dan arus induksi pada kumparan
sekunder (induksi mutual).
Tegangan induksi diri sementara disimpan
dalam kondensor dan tegangan induksi mutual mengalir ke kabel tegangan tinggi
yang diikuti dengan pengosongan kondensor, kemudian arus listrik dengan
tegangan tinggi mengalir ke busi-busi melalui rotor dan distributor cap. Hal
ini terjadi secara terus menerus selama mesin bekerja.
2. Penilaian tak
terstruktur :
Meminta kepada siswa mencari data
spesifikasi penyetelan saat pengapian
pada beberapa jenis kendaraan sebagai referensi dan pembanding.dengan cara
mencari pada sumber atau buku lain dan atau mengakses dari internet.
Tindak Lanjut :
Bila anda
sudah melaksanakan tugas sesuai dengan langkah di atas diperbolehkan
melanjutkan materi berikutnya, jika belum pelajari dan diulang kembali
Mengetahui Madiun,
Januari 2012
Kepala MAN 2 Madiun Guru
Mata Pelajaran
Drs, Basuki Rachmat, M.Pd Sukatno,
ST
NIP. 196712091994031002 NIP.
196601302005011001
Langganan:
Postingan (Atom)


















